Wednesday, May 6, 2026

Overthinking Memang Tidak Baik

 

Di siang hari tepatnya didalam kamar pada tahun 2021, jantungku berdegub kencang melebihi frekuensi dari biasanya. Hari ini adalah hari Dimana kampusku akan mengeluarkan jadwal penempatan Praktek Pengalaman Lapangana atau PPL.

              Perasaan takut dan sedikit panik menguasaiku. Aku takut akan mendapatkan praktik di Sekolah Menengah Atas. Aku merasa tidak percaya diri akan kemampuan menghadapi anak remaja yang menuju dewasa saat itu. Aku berharap kepada Tuhan untuk mendapatkan Sekolah Menengah Pertama saja. Mengingat anak-anak SMP yang cukup kecil dan sepertinya tidak terlalu sulit untuk mengendalikan mereka. Tetapi ternyata takdir berkata lain. Aku di tempatkan di salah satu Sekolah Menengah Atas favorit di kota kelahiranku ini. Sontak saja aku panik dan takut. Lalu aku bercerita kepada bude ku yang kebetulan beliau  adalah seorang guru yang mengajar SMA juga. Wejangan demi wejangan beliau berikan kepadaku. Ada salah satu wejangan yang sampai saat ini aku  ingat “cukup kuasai materi dan percaya diri di hadapan siswa” dengan mendengarkan wejangan dari bude ku, aku merasa cukup tenang dan tidak panik lagi.

              Dan hari yang ditunggu pun tiba. Ini merupakan hari pertamaku mengajar “Big Kidz”  di dalam kelas. Aku diberikan kelas yang paling unggul dalam akademik dan yang paling kurang secara akademik. Selama mengajar aku cukup nervous. Tetapi ternyata tidak semengerikan itu. Menghadapi anak-anak remaja cukup asik mengingat mereka yang sebentar lagi akan beranjak dewasa ternyata mereka bisa dijadikan teman bertukar pikiran. Mereka adalah makhluk yang layak diberikan kesempatan untuk dibimbing oleh guru yang tidak pernah menyerah dalam belajar untuk mengajar disekolah.

Saturday, March 7, 2026

Perempuan Gila

Semakin dewasa mencari cinta sejati adalah hal yang cukup rumit. Kita akan menemukan seseorang yang sudah punya banyak pengalaman akan asmara. Luka yang belum sembuh juga trauma yang tak kunjung reda. Mereka bukan lagi kertas putih kosong yang tidak ada apa-apanya. Mereka adalah kertas bekas yang berusaha terlihat bersih kembali.

Ada beberapa perempuan yang terlalu berharap lebih terhadap perkenalan awal dengan seorang laki-laki. Padahal, peluang ketidak cocokan itu sendiri cukup besar seiring berjalannya waktu. “Use your logic more than your heart”. Kalimat itu yang masih sering ku ingat hingga detik ini agar tidak menjadi perempuan gila atau cegil. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan berlebih sering datang berjalannya waktu selama momen pengenalan. Momen inilah yang tepat untuk mengatur dopamine dalam diriku.

Kasus yang sering terjadi disekitarku adalah disaat perkenalan itu tidak berlanjut hingga hubungan yang lebih serius, perempuan merasa tersakiti dan mereka berpikir bahwa laki-laki hanya penasaran tanpa tujuan yang jelas terhadap mereka. Yapp mungkin aku setuju dengan statement tersebut tetapi sebenarnya tidak 100% valid. Tidak jarang laki-laki berniat dari awal untuk serius tetapi berhenti ditengah jalan karena tidak melihat lampu hijau dalam diri perempuan yang mereka temui. Menjalin hubungan rumah tangga sangatlah kompleks dan terlebih lagi dengan orang yang baru saja kita temui. Pasti ada banyak pertimbangan dan standar yang sudah mereka tanamkan. Hubungan rumah tangga tidak melulu soal dia harus cinta aku dan aku harus cinta dia tetapi lebih dari itu. Bagaimana kita mencari jalan keluar bersama disaat badai sedang menghantam dengan dahsyat di hubungan tersebut. Bagaimana kita menghargai satu sama lain disaat perbedaan pendapat muncul. Bagaimana kita menjaga komitmen dengan orang yang sudah kita pilih untuk menjadi teman hidup selamanya. 

Sebenarnya, tidak lanjut ke hubungan yang lebih serius dalam masa pengenalan is totally okay. Tetapi, alangkah baiknya jika kedua belah pihak memberikan penjelasan sejelas mungkin tanpa adanya perlakuan si dia yang tiba-tiba menghilang atau bisa disebut ghosting. Dengan begitu tidak akan ada lagi perasaan insecure, merasa tidak dicintai dan merasa tidak dihargai baik dari pihak laki-laki ataupun perempuan dan Perempuan diluar sana tidak akan menjadi gila lagi serta laki-laki akan terlihat semakin bijak dan berani dalam mengambil sebuah keputusan.

Saturday, February 21, 2026

Meminta Hak yang Bukan Miliknya

 

Seiring zaman, menjadi pejuang rupiah sangatlah sulit bahkan dari beberapa mereka itu adalah hal yang belum bisa mereka capai dengan layak. Seiring zaman, teknologi semakin berkembang dan semakin canggih tetapi yang masih menjadi pertanyaan Masyarakat hingga saat ini adalah mengapa untuk menghidupi diri sendiri dengan layak masih terbilang sulit sehingga beberapa dari mereka harus meminta hak yang sebenarnya itu Adalah bukan hak mereka. Tanpa sadar mereka memaksa untuk diberikan sesuatu seolah mereka sudah membantu pekerjaan kita padahal kalau disadari, itu adalah memang pekerjaan mereka yang tidak harus diberikan biaya tambahan. Apakah ini bisa disebut dengan “Junk Fees”?

Memberikan tip kepada seseorang adalah hal yang sangat baik. Karena makna “Terima Kasih“ itu sendiri sesungguhnya tidak cukup hanya keluar dari mulut seseorang saja. Lalu bagaimana jika seseorang merasa keberatan dengan ini semua?

Mereka menggebu-gebu untuk mendapatkan hal yang lebih dari mereka miliki saat ini. Tidak peduli dengan cara apa mereka menempuh itu semua. Tidak peduli apakah harga diri mereka terkesan rendah atau tidak di mata orang lain. Yang terpenting Adalah mereka bisa merasakan hal yang sebelumnya mereka rasakan walaupun itu terlihat berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan mereka. Kalau kata orang tua “Bergayalah sesusai isi dompet-mu”. Yapp aku setuju dengan kalimat itu jika memang dirasa ingin lebih, berjuanglaah dengan kemampuan-mu sendiri tanpa harus meminta dan tanpa harus memaksa orang lain memberi-mu.

Overthinking Memang Tidak Baik

  Di siang hari tepatnya didalam kamar pada tahun 2021, jantungku berdegub kencang melebihi frekuensi dari biasanya. Hari ini adalah hari Di...