Semakin dewasa mencari cinta sejati adalah hal yang cukup rumit. Kita akan menemukan seseorang yang sudah punya banyak pengalaman akan asmara. Luka yang belum sembuh juga trauma yang tak kunjung reda. Mereka bukan lagi kertas putih kosong yang tidak ada apa-apanya. Mereka adalah kertas bekas yang berusaha terlihat bersih kembali.
Ada beberapa perempuan yang terlalu berharap lebih terhadap perkenalan awal dengan seorang
laki-laki. Padahal, peluang ketidak cocokan itu sendiri cukup besar seiring
berjalannya waktu. “Use your logic more than your heart”. Kalimat itu
yang masih sering ku ingat hingga detik ini agar tidak menjadi perempuan gila
atau cegil. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan berlebih sering datang
berjalannya waktu selama momen pengenalan. Momen inilah yang tepat untuk mengatur dopamine dalam
diriku.
Kasus yang
sering terjadi disekitarku adalah disaat perkenalan itu tidak berlanjut hingga
hubungan yang lebih serius, perempuan merasa tersakiti dan mereka berpikir
bahwa laki-laki hanya penasaran tanpa tujuan yang jelas terhadap mereka. Yapp
mungkin aku setuju dengan statement tersebut tetapi sebenarnya tidak 100%
valid. Tidak jarang laki-laki berniat dari awal untuk serius tetapi berhenti
ditengah jalan karena tidak melihat lampu hijau dalam diri perempuan yang mereka
temui. Menjalin hubungan rumah tangga sangatlah kompleks dan terlebih lagi
dengan orang yang baru saja kita temui. Pasti ada banyak pertimbangan dan
standar yang sudah mereka tanamkan. Hubungan rumah tangga tidak melulu soal dia
harus cinta aku dan aku harus cinta dia tetapi lebih dari itu. Bagaimana kita
mencari jalan keluar bersama disaat badai sedang menghantam dengan dahsyat di
hubungan tersebut. Bagaimana kita menghargai satu sama lain disaat perbedaan
pendapat muncul. Bagaimana kita menjaga komitmen dengan orang yang sudah kita
pilih untuk menjadi teman hidup selamanya.
Sebenarnya, tidak lanjut ke hubungan yang lebih serius dalam masa pengenalan is totally okay. Tetapi, alangkah baiknya jika kedua belah pihak memberikan penjelasan sejelas mungkin tanpa adanya perlakuan si dia yang tiba-tiba menghilang atau bisa disebut ghosting. Dengan begitu tidak akan ada lagi perasaan insecure, merasa tidak dicintai dan merasa tidak dihargai baik dari pihak laki-laki ataupun perempuan dan Perempuan diluar sana tidak akan menjadi gila lagi serta laki-laki akan terlihat semakin bijak dan berani dalam mengambil sebuah keputusan.
No comments:
Post a Comment